Indofinansial – Dengan majunya teknologi dan juga internet, saat ini hampir semua aktivitas bisa dilakukan dengan menggunakan internet. Internet telah mengubah perilaku masyarakat baik di dunia maupun di Indonesia. Namun yang terpenting adalah gunakan internet yang positif. Sekarang Tak hanya pesan makanan melalui online, ojek online, dan lain sebagainya. Akan tetapi sekarang juga bisa membuat kartu kredit maupun mengajukan pinjaman ke bank melalui online.

Sekarang banyak sekali situs dan bank yang menawarkan atau memberikan kemudahan pinjaman melalui online. Namun kita sebagai masyarakat harus pintar memilah dengan cermat. Karena itu harus perlu kiat khusus untuk mendapatkan pinjaman online yang tepat.

Kita sebagai nasabah pastinya menginginkan proses yang cepat, bunga rendah, persyaratan yang mudah dan lain sebagainya. Namun untuk mendapatkan itu semua terlalu sulit. Karena banyaknya penawaran yang ada di online terkadang bunganya tinggi.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan saat ingin meminjam pinjaman melalui online? Berikut tim Indonfinansial akan memberikan tips yang sederhana.

Pilih Pinjaman dari Bank

Saat ini banyak pinjaman online yang beredar di internet. Hal ini jika kita tidak cermat, akan merugikan diri sendiri. Yang harus kita lakukan ketika ingin meminjam adalah, memilih pinjaman dari bank. Dengan langkah ini kita bisa terhindar dari produk pinjaman yang tidak terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan kata lain pinjaman dari bank telah memenuhi kriteria dan peraturan dari OJK, sebagai pengawas industri keuangan di Indonesia. Jadi, meskipun di luaran sana banyak pinjaman dengan iming-iming bunga rendah dan proses mudah, lebih baik kita memilih pinjaman dari bank saja.

Usahakan Hindari Pencairan 50% dari Limit Kartu Kredit

Nah ini juga sangat penting. Ketika kita memiliki kartu kredit, terkadang terdapat bank penerbit yang memiliki fasilitas untuk pencairan 50% dari limit kartu kredit. Biasanya kita akan ditelepon oleh pihak bank. Misalnya limit kartu kredit yang diberikan kepada kita adalah sebesar 20 juta, maka kita akan ditawari untuk mencairkan sekitar Rp 10 juta dari limit tersebut dan membayarnya secara bulanan dengan bunga sekitar 1,25%. Memang lebih rendah jika kita bandingkan dengan bunga kartu kredit sebesar 2,25% per bulan, akan tetapi jika kita membandingkan dengan pinjaman tanpa agunan (KTA), ternyata kita bisa mendapatkan bunga di bawah 1% lho. Jadi, kita harus lebih cermat dan cerdik.

Siapkan Dokumen Persyaratan

Setiap pinjaman pasti akan memerlukan beberapa dokumen yang harus dilampirkan. Apalagi jika kita memilih bunga yang rendah, pasti akan melampirkan dokumen lebih lengkap dibandingkan dengan pinjaman bunga tinggi. Maka yang harus kita persipakan adalah dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), slip gaji (karyawan) fotokopi kartu kredit dan lain sebagainya. Dengan menyiapkan dokumen tersebut di awal, maka proses mengajukan pinjaman akan lebih cepat.

Bandingkan Bunga dan Biaya Lain

Setiap bank atau pinjaman akan memiliki biaya dan bunga berbeda-beda. Yang harus diperhatikan oleh kita adalah dengan membandingkan jenis pinjaman tersebut. Selain bunga perbanidingan yang bisa kita lakukan adalah seperti biaya administrasi dan biaya di awal (provisi).

Pilih Tenor yang Singkat

Usahakan saat mengajukan pinjaman online maupun tidak, kita harus memilih tenor yang singkat. Hal ini akan meringankan bunga yang akan dibebankan kepada kita. Namun kita juga harus menimbang kemampuan untuk membayar setiap bulannya. Usahakan saat meminjam pinjaman tanpa agunan di bawah 2 tahun atau paling lama 2 tahun.

Itulah langkah yang bisa kita ambil untuk menentukan atau mengajukan pinjaman secara online. Pilih dengan cerdas agar kita bisa memperoleh pinjaman yang terabik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here